Ekonomi Sirkular?

Dipublikasikan oleh manajemen pada

Apakah Anda pernah mendengar konsep ekonomi sirkular (circular economy)? Ekonomi sirkular adalah alternatif dari ekonomi linier/tradisional (membuat, menggunakan, membuang) di mana melalui ekonomi sirkular kita menjaga sumber daya tetap digunakan selama mungkin, mengekstraksi nilai maksimum darinya saat digunakan, kemudian memulihkan dan meregenerasi produk dan material pada tingkat akhir setiap umur layanan (wrap.org.uk). Hal utama yang membedakan konsep ekonomi sirkular adalah dari pemanfaatan sumber daya, dimana dalam ekonomi sirkular sumber bahan baku dari produk mereka berasal dari bahan yang didaur ulang. Melalui pemanfaatan daur ulang ini maka sampah, emisi, dan energi yang terbuang dapat diminimalisasi.

Ada beberapa alasan mengapa konsep ekonomi sirkular ini seharusnya mulai diterapkan oleh para pelaku industri dan jasa baik skala kecil maupun skala besar, seperti:

  1. Mengurangi limbah.
  2. Mendorong produktivitas sumber daya menjadi lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan bersaing.
  4. Mengatasi permasalahan kelangkaan sumber daya yang akan muncul dimasa yang akan datang.
  5. Mengurangi dampak lingkungan dari produksi dan konsumsi.

Di Indonesia sendiri pentingnya konsep ekonomi sirkular telah disadari oleh pemerintah dimana Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), telah menetapkan 5 prinsip utama dari konsep ini yaitu ReduceReuseRecycleRecovery dan Repair. Lima prinsip tersebut dapat dilakukan melalui pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce) melalui optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse) dan penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle) maupun dari proses perolehan kembali (recovery) atau dengan melakukan perbaikan (repair) (kemenperin.go.id).

Bagaimana dengan PT Semen Indonesia Tbk, apakah telah mengembangkan konsep ekonomi Sirkular?. PT Semen Indonesia Tbk bersama dengan PT Kratau Steel Tbk melalui PT Krakatau Semen Indonesia (KSI) telah menjalankan konsep ekonomi sirkular ini dengan mengolah granulated blast furnace slag menjadi ground granulated blast furnace slag (GGBFS) dengan kapasitas produksi sebesar 690 ribu ton per tahun. GGBFS ini akan dimanfaatkan sebagai supplementary cementitious material (SCM) atau material pengganti semen yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas beton sehingga bisa digunakan untuk konstruksi khusus (medcom.id). Dimana pangsa pasar utama dari produk KSI tersebut adalah Singapura, dimana jumlah ekspor yang dilakukan hingga mencapai 350 ribu ton pertahun. Konsep ekonomi sirkular ini merupakan sebuah konsep yang tepat untuk menjaga dunia dari kekurangan sumberdaya dimasa yang akan datang sekaligus juga merupakan suatu konsep yang tepat ditengah ancaman perubahan cuaca ekstrim karena efek pemanasan global yang saat ini terjadi. Ingin mempelajari lebih jauh tentang ekonomi sirkular? Kita akan bahas dalam tulisan berikutnya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *