Business Plan Mahasiswa Manajemen UISI: Dari Ide Bisnis hingga Menembus Pasar


Gresik, 10 Agustus 2026 — Pembelajaran bisnis di Program Studi Manajemen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) tidak berhenti pada pemahaman teori di ruang kelas. Melalui kegiatan Business Plan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan, mempresentasikan, sekaligus menguji kelayakan ide bisnis mereka dari perspektif akademik maupun praktis.
Salah satu keunikan pelaksanaan Business Plan di S1 Manajemen UISI adalah keterlibatan penguji eksternal dari mitra bisnis di samping dosen penguji akademik. Kehadiran praktisi memberikan perspektif nyata mengenai kelayakan bisnis, kondisi pasar, strategi implementasi, hingga tantangan yang mungkin dihadapi ketika sebuah ide bisnis benar-benar dijalankan. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya UISI menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan dunia usaha.
Dari Business Plan hingga Menembus Pasar
Salah satu kisah menarik datang dari M. Haikal Sulthon Al-Fikri, mahasiswa S1 Manajemen UISI, melalui karya skripsinya yang berjudul “Bisnis Plan Manajemen Kemitraan Produksi Buah Melon Premium.” Dalam perjalanan mengembangkan bisnisnya, Haikal pernah memperoleh pendanaan sebesar Rp10 juta dari UISI. Dukungan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis melon premium yang dirintisnya. Tidak berhenti pada pendanaan, Haikal terus konsisten membangun dan mengembangkan usahanya. Kini, bisnis melon tersebut telah berkembang dan produknya telah merambah sejumlah jaringan retail, di antaranya All Fresh Jakarta, Laskar Buah, Bonet, dan Hokky Fruit. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa business plan dapat menjadi lebih dari sekadar dokumen akademik. Sebuah ide dapat berkembang melalui proses perencanaan, pendanaan, eksekusi, evaluasi, hingga masuk ke pasar yang lebih luas.
Learning by Doing
Melalui Business Plan, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun analisis pasar, strategi pemasaran, model bisnis, maupun proyeksi keuangan. Mereka juga belajar mempertahankan argumentasi bisnis, menerima kritik, serta melakukan penyesuaian berdasarkan masukan dari akademisi dan praktisi. Kolaborasi dua perspektif tersebut menjadi penting agar mahasiswa mampu melihat bisnis secara lebih utuh: kuat secara akademik sekaligus relevan secara praktis. Kisah Haikal menjadi salah satu gambaran bahwa proses pembelajaran di UISI dapat menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk membawa ide dari ruang kelas menuju dunia nyata.
Dari ide menjadi rencana. Dari rencana menjadi aksi. Dari aksi menjadi bisnis.
Inilah semangat learning by doing yang terus dikembangkan dalam pembelajaran Manajemen UISI. UISI — Learning Business by Experiencing Business